Sahabatku Semoga dirimu selalu dalam lindungan ALLAH Subhanahu wata’ala.
Sahabat ku, aku menulis ini bukan karena aku orang yang lebih baik dari mu, bukan karena aku orang yang lebih taat dari mu, bukan karena aku orang yang sempurna dari mu dan bukan juga orang yang tidak pernah melakukan dosa, bahkan mungkin ahlaq dan tingkah laku ku lebih buruk dari mu....tapi aku akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih lagi insyaALLAH....
Aku menulis tulisan ini semata karena aku sungguh memperdulikan mu karena ALLAH...
Sungguh karena aku dahulu pernah bercermin dan berkaca dengan mu.....
Sungguh karena aku takut engkau akan menyesal karena belum sempatnya engkau bertaubat sedangkan nyawa sudah dikerongkongan..waiyadzubillah....
Sungguh aku tak ingin engkau maupun aku tak ingin seperti itu..tak ingin bertobat setelah ajal sudah menjemput.....
Sahabat ku...setelah melihat kepulanganmu dari Kota Perantauan itu,
Dari kaca mata hati ku engkau sudah jauh berbeda dari dirimu yang dahulu...
Dahulu engkau sangat rajin dan selalu tepat waktu dalam menunaikan panggilan Rabb mu..
Dahulu engkau Sangat Tawadhu, dan menjaga pandangan ketika bertemu dengan yang bukan mahrammu..
Dahulu engkau tidak mau untuk bersalaman dengan orang yang bukan mahrammu...
Dahulu engkau sangat bersemangat dalam menyebarkan syiar agama kita ini..
Dan dahulu engkau orang pertama yang aku idolakan dan andalkan untuk menjadi pemimpin yang adil dan aku sangat mempercayai mu bahwa engkau mampu untuk mengatur semua urusan dakwah itu...
Tapi...sekarang????????, aku tak pernah lagi melihat semua itu...
Entah apa???, atau siapa?????, bahkan bagaimana engkau menjadi seperti ini... Wallahu a’lam...
Yah aku melihat engkau seperti orang yang tidak pernah mengenal ilmu syar’i...
Yah seperti orang yang tak pernah belajar untuk menundukkan pandangan,
Yah seperti orang yang tak pernah mengetahui hukum bersalaman dengan orang yang bukan mahramnya...tidak kah engkau ingat akan perkataan dari Ma’qil Bin Yasir Radhiyallahu’anhu : Bersama Rosulullah Shallallahu’alaihi wassalam “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya 1
Berkata Syaikh AL-Albani Rahimahullah:
“Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk masalah berjabat tangan, karena berjabat tangan itu termasuk menyentuh” (Ash-Shahihah 1/448)
Dan dari Rosulullahi Shallallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita, meskipun dalam keadaan-keadaan penting seperti membai’at dll.
Dan Umaimah binti Ruqolqoh Radhiyallahu ‘anha : Rosulullahi shallallahu ‘alaihi wassalam “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita2
Yah aku rasa engkau pasti ingat dan tahu, hanya mungkin futur lah yang membuat engkau menjadi melupakan semuanya...
Duhai sahabatku...
Tau kah engkau betapa kagetnya aku sangat melihat engkau pertama kali menyodorkan tangan kepada lawan jenismu untuk menanyakan kabar??????
Taukah engkau...bahwa hati ku sangat hancur saat melihat semua yang terjadi didepan mata kepalaku sendiri, andai orang lain yang memberi tahu, mungkin aku g akan begitu saja percaya, tapi......sekarang mata ku lah yang menjadi saksinya...
Hati ku sangat sakit,,, melihat semua itu...
Bukan berarti aku cemburu karena aku menyukaimu atau yang sejenisnya...
Oh....sahabat jangan berfikir begitu dulu...sangat-sangatlah bukan , aku bukan cemburu karena itu, tapi yang aku cemburu Kemanakah ilmu yang engkau dapat dahulu????? Kemanakah engkau taruh Rabb mu??? Kemanakah jiwa hanifmu Itu?????
Apakah engkau belajar dien untuk memperkeraskan hati kita?????????
Tidak bukan???????Aku hanya takut ketika engkau mulai melenceng, maka ALLAH akan lencengkan engkau sejauh-jauhnya...... (Ustad. Armen Halim Naro Rahimahullah)
Aku takut saudara, aku tak mau engkau seperti itu...
Aku mempunyai kewajiban untuk menasehati mu...
Tapi jujur aku tak sanggup untuk mengatakan kepadamu....
Aku tak mempunyai kemampuan sebesar itu....
Aku tau, aku bukanlah apa-apa dimata mu....aku tak ingin seperti ikan teri yang sok mengajari ikan paus seperti mu,....
Tapi jika engkau berkenan aku hanya mengungkapkan rasa hati ku...rasa yang tak ingin melihat saudaranya yang lain jatuh dalam maksiat yang lebih dalam....
Saudaraku tau kah kamu?????????? Aku sangat kesulitan dalam Istiqamah????
Aku sangat kesulitan dalam menjaga hijab ku??? Dan aku sangat kesulitan untuk tidak bersalaman dengan kaummu??? Tidakkah engkau sadar akan hal ini???? Tidak kah engkau Berfikir untuk membantu ku menjelaskan pada mereka????? Sahabatku tau kah engkau bahwa sekuat tenaga semua itu aku jalani, walaupun mungkin hinaan dan olokan yang sering kali terdengar di kupingku.....aku sangat sadar bahwa aku memang terasa asing dimata mereka, Asing karena penampilanku yang kampungan dan tak semodis mereka..
Aku butuh dukungan saudara???? Aku butuh rasa simpati mu yang selalu maju dalam membela syari’at islam, aku hanya ingin saudara jiwa hanifmu kembali lagi.....
Sungguh aku hanya ingin itu........
Saudara ku......
Aku tak bermaksud untuk membongkar aib mu,,,, sama sekali tak bermaksud untuk membuat hati mu terluka...tapi aku hanya ingin engkau tau...bahwa walaupun hanya berupa tulisan ini, masih ada orang yang memperdulikan mu, bahwa masih ada sahabat yang masih menunggu dukungan mu.....
Saudara walaupun engkau tak membaca tulisan ku ini, dan walaupun nantinya engkau tak pernah berkenan dengan nasehat ku ini....tentu tidak lah mengapa, karena itu sudah kewajibanku untuk memberikan nasehat, masalah engkau mau terimah atau tidak kembali lagi Terserah engkau saudara.....
Aku hanya berharap ALLAH Subhanahu wata’ala selalu membukakan pintu taubat itu....hingga engkau kembali pada jalan yang lurus ini..Aaamiin.
Saudaraku...
Jangan pernah merasa berkecil hati....
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mau memulai lagi untuk selalu memperbaiki diri....
Mungkin saat ini aku hanya bisa menasehatimu...
Bukankah tidak mungkin nasehat seperti ini juga akan hadir untuk ku....
Aku hanya berharap, disaat aku jatuh ada seribu nasehat yang datang untuk ku.....yah nasehat yang mengajak kita untuk selalu berjalan menuju kebaikan...
Terakhir....
Saudaraku..... Lihat lah aku???? Bantulah aku dengan Do’a mu agar aku bisa melewati semua ujian ini, Sesungguhnya “Hanif” mu yang dahulu lebih aku sukai dari pada semua kesuksesan yang engkau raih di dunia ini....
Dan mungkin tulisan ini sangatlah jauh dari tutur kata yang baik dan bisa menentramkan mu, Maafkan atas semua isi dari tulisan ku ini, tulisan yang jauh dari kesempurnaan, tulisan yang benar-benar tidak mengandung nasehat, namun aku berharap semoga tulisan ini menuju kesempurnaan dan dapat bermanfaat untuk dijadikan pembelajaran untuk mu dan untuk kita semua....
Dari Saudarimu....yang selalu menginginkanmu kembali seperti “hanif” mu yang dulu.....
Terinspirasi saat Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala Turun di Sore Hari,
Palembang, 2 Januari 2012
*Ummu_Haura*
Note:
1. Hadits Hasan Riwayat Thobroni dalam AL-Mu’jan Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 Lihat Ash Shohihah (1/447/226)
2. (HR.Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, Ahmad 6/357, dll)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar