Minggu, 19 Mei 2013

Air Mata Kerinduan


Langit semakin biru dan udara semakin sejuk..
Sungguh indah suasana hari ini…
Semalam suntuk mataku enggan terpejam, rasa penasaran akan buku itu semakin menggebu dan menggelayuti setiap hembusan nafasku….
Langitpun semakin larut hingga tak terasa alam mimpi sudah membawaku pergi jauh dari kenyataan hidup yang ku jalani.
Tiba-tiba mentari pagi menyambut dengan begitu riang dan bersahaja hingga kubangkitkan asa untuk membalas rasa penasaranku kepada buku itu..
Semangat semakin bersemi dan tak sadarkan diri ternyata aku sudah terbawa arus hingga  beratus-ratus lembar halaman, jiwa ku hanyut dalam kisah yang menggetarkan kalbuku, dadaku semakin sesak, seluruh aliran darahku tak henti untuk berlari, dan tubuhku semakin bergetar….air mata ku tak terhitung kapan ia akan berhenti untuk tertumpah…rasanya sudah lama aku merindukan nama itu, tapi kenapa puncaknya pada pagi ini…sungguh aku takut kehilangan dia, aku tak sanggup jika harus berpisah darinya..
Ingin aku memeluknya walau ia hanya bisa hadir dalam sebuah mimpi…
Ingin aku mencium tangan dan pipinya…
Dan ingin aku katakan bahwa cintaku sama seperti lautan yang tak pernah kering, dan sama seperti angin yang tak henti untuk berhembus…namanya akan selalu abadi dalam hiudupku..penyejuk pandanganku, dan pelipur laraku..
Setiap tangisnya adalah siksa bagi batinku..
Setiap tetesan keringatnya adalah semangat bagi diriku..
Dia tak kan pudar dalam pandangan mataku dan dia tak kan luntur dari setiap do’a ku..
Ya Rabb….rasa ini benar-benar pilu..
Bak daging yang ditusuk sembilu..
Pedih, perih dan menyiksa batinku..
Aku rindu dan teramat rindu..
Rindu akan cintanya...
Rindu akan belaian kasih sayangnya...
Dan rindu akan setiap nasihatnya..
Ibu…ibu…dan ibu….
Tak pernah akan kuhapus namamu dalam setiap ingatanku…
Engkau akan selalu menjadi teladan dalam hidupku..
Ya..Rabb… ampunilah setiap dosa yang telah mereka lakukan, kasihanlah mereka, berkahi setiap umurnya dan berikanlah hidayah-Mu  kepada mereka..
Aku tak sanggup jika harus berdiri sendiri tanpa cinta dan kasih sayang mereka…
Aku tak ingin mereka harus menanggung siksa..
Dan Aku tak ingin mereka masuk kedalam neraka-Mu..
Berikanlah syurga untuk mereka, dan sisakanlah tempat yang layak untuk mereka kelak…Aamiin.

*Terinspirasi oleh Novel ”Sepatu Dahlan”
(Taman syurga, di peraduan kita tercinta)

Sabtu, 04 Mei 2013

Mahkota Sebuah Penantian..


Malam ini sejujurnya aku Merindukanmu…
Merindukan seseorang yang aku sendiri tak tahu siapa yang pantas aku rindukan...
Merindukan seorang panutan dalam hidupku...
Dan Merindukan seseorang yang Alloh halalkan untuk ku...
Jikalau pun  aku boleh berkata maka akan kukatakan...
 “Aku Lelah Menunggumu” tapi,  aku yakin engkaupun juga pasti sangat lelah dalam menungguku...
Lelah menanti janji Alloh untuk segera mempertemukan kita, lelah kapankah bakti itu tercurah kepadamu…Aaarrrggghhhh…Sungguh Lelah dan Teramat Lelah!!!!!!
Beberapa kali datang dihatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu, mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang diperuntukan Untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab, dan sekarang aku masih Menunggumu. Menunggu kedatangan seorang yang aku sendiri tak tahu siapakah gerangan dirimu, Pangeran berkuda pink kah??? atau seperti satria baja hitamkah??? Ah..mungkin saja engkau menyamar sebagai Spiderman??? (Gubrak gumam dalam benak hayalku)
Ya Robb.. hanya kepadamulah aku mengadu sampai kapankah aku harus menanti dan sampai kapankah aku harus menunggu janji yang telah Engkau katakan?? Hanya Engkaulah yang  mampu menjawab semua kegundahan ku ini …
Ya Robb..Aku percaya janjimu selalu benar..
Engkau akan memberikan ku seorang yang terbaik untuk Agama dan untuk kehidupan kami kelak…
Ya Robb..Sekarang aku memang tak tahu keberadaan dia, tapi aku yakin engkau akan mempertemukan kami disaat kondisi kami sudah sama-sama Baik dimata Mu. Jika aku menginginkan dia baik menurut pandangan-Mu maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diri dengan kebaikan sesuai ketentuan-Mu..dan izinkanlah diri ini selalu tertaut pada aturan-aturan dan Syari’at-Mu..
Ya Robb..Jika aku boleh berkata jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang, tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah, yah…disaat pagi itulah Alloh akan mempertemukan kita sesuai Janji-Nya.
Duhai Engkau Pangeran Berkuda Pink..aku tak tahu kapan engkau siap menjemputku, yang pasti saat engkau sudah siap Alloh pasti akan mempertemukan kita, dimanapun kita berada, walau dirimu dibalik pegunungan sekalipun jika Alloh sudah berkehendak maka kita pasti akan dipertemukan dalam indahnya Dermaga Cinta Kita..
Duhai Engkau Pangeran Berkuda Pink...Biarlah aku menantimu dengan  memperbaiki iman, biarlah aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki dengan usaha dan ikhtiar. Biarlah ditengah lelah hati ini izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meskipun kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap dihati, aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan kepada Dia..Dialah kekasih yang Abadi, Dialah Robb..kita yang akan selalu ada dalam hatiku, karena menyandarkan cinta dan harapan kepada manusia hanya akan menemui kekecewaan, biarlah penantian yang aku sendiri belum tahu sampai kapan akan berakhir menjadi ladang ibadah yang disediakan oleh Alloh untuk ku…
Duhai Engkau Pangeran Berkuda Pink...Jika nanti kita dipertemukan oleh Alloh maka izinkanlah diri ini meminta sesuatu kepadamu….Ajaklah aku selalu mencintai Robb kita dalam setiap hembusan nafasmu, karena aku begitu rapuh tanpa adanya bimbingan dirimu dalam hidupku..
Ya Robb..Diri ini sangat lah hina, diri ini sangatlah banyak akan lumpur dosa yang selalu menempel, dunia ini fatamorgana yang selalu memberikan kesenangan hingga aku selalu terjerumus dengan kilaunya Dunia itu, berikanlah Lautan ampunan dan hidayah itu kepada ku.. dan perbaikilah ahlaq ku hingga aku pun menjadi wanita yang baik dimata-Mu..Aamiin.

*Dikutif dari Catatan Hati Bidadary Syurga*
**Diperaduan Kita Tercinta**


Selasa, 30 April 2013

Untukmu Yang Sedang Menunggu..


Untukmu saudariku yang dalam masa menunggu…
Untukmu saudariku yang dalam masa mempersiapkan hari bahagiah itu..
Dan untukmu saudariku yang selalu sabar akan taqdir Alloh…
Cinta Karena Alloh
Sebelum kata demi kata dapat terangkai, izinkahlah diri ini merasakan hangatnya saat-saat masih bersama dengan mu, saat dimana kita pertama kali bertemu..dan saat dimana kita merasakan kebersamaan di pulau nan indah itu. Pulau yang membuat takjub siapa saja yang melihatnya, pulau dimana selalu diberkahi oleh Alloh, Insyaa Alloh..
Saudariku…
Kalaulah bukan karena cinta karena Alloh tak akan mungkin jiwa ini selalu tertaut akan namamu dihatiku, tak akan mungkin bibir ini selalu menyebut namamu dan tak akan  mungkin kata-kata cinta  ini bisa terangkai untuk mu..
Saudariku…
Pertama kali mengenalmu aku merasakan suatu getaran yang aku sendiri tak tahu apa arti dari getaran itu, aku merasakan jiwa yang hanif ada pada dirimu, jiwa yang lembut akan tutur kata dan jiwa yang mudah akan menitiskan air mata. Aku  bersyukur bisa mengenal kalian, mengenal akan semua kebaikan kalian dan mengenal akan arti dari cinta dari kalian. 

Saudariku..
Saat engkau membaca tulisan ku ini, saat itupula air mata kerinduanku tercurah untuk mu, saat itupula aku merasakan hangatnya berada didekatmu dan saat itupula semua harapan dan do’a suci tertuju untuk mu..

Saudariku..
Bersabarlah dalam menanti hari bahagia itu…
Bersabarlah untuk tidak menghianati kekasih kita yang sesungguhnya..
Dan bersabarlah pada waktu berbuka itu tiba…

Saudariku..
Hati ini sangat bahagiah ketika mendengar kabar bahwa engkau akan menyempurnakan separuh dari dien kita, saat itu pula aku merasakan ketenangan yang luar biasa, aku merasa tenang jika engkau akan merajut asa dan menggapai ridho Alloh bersama dengannya.. sungguh akupun  merasakan apa yang engkau rasakan selama ini, kata "menunggu" itu memang sangat menyiksa, yah, menyiksa perasaan yang engkau sendiri tak tahu harus melepaskannya kepada siapa, menunggu untuk sesuatu yang tak pasti, dan menunggu akan janji suci itu tiba, akan tetapi semoga dalam menunggu itu engkau selalu menyelipkan do’a  hingga akhirnya Alloh menyatukan cinta kalian dalam ikatan yang halal.

Saudariku..
Janganlah engkau merasa malu dengan apa yang telah engkau lakukan selama ini, dan jangan pula engkau bersedih atas apa yang menimpa dirimu, yakinlah apa yang telah terjadi pada kita semua telah tertulis dalam kitab lauhul mahfuz. Alloh maha tahu apa yang terbaik untuk kita, dia tak akan membiarkan kita hidup dalam kesengsaraan, dia pasti menyiapkan semua ini pasti dengan hikmah yang sangat besar. Saudariku..tak usahlah engkau menghabiskan waktumu untuk memikirkan mereka yang tak pula sejalan dengan apa yang kita inginkan, mereka sebenarnya tak mengetahui apa yang sesungguhnya kita tahu, dan mereka sesungguhnya tak juga faham akan hakikat dari tujuan hidup kita ini, biarkanlah mereka menggunjing kita, biarkanlah mereka menggolok-olok kita, dan biarkanlah mereka mengucilkan kita, karena sesungguhnya mereka tak tahu bahwa mereka telah menghadiahkan pahalanya untuk kita, tugas kita tetaplah berbuat baik kepada mereka, dan berdo’a lah kepada Alloh semoga mereka diberikan hidayah oleh Alloh.

Saudariku…
Setelah seorang perempuan menyandang predikat sebagai seorang istri, maka saat itu pula bakti utama kita berpindah  kepada seorang suami, ta’atilah dia selagi dia tidak menyuruh kita berbuat maksiat kepada Alloh, jangan hianati cintanya, layani dia dengan kehangatanmu, manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu, bantulah ia dengan kesabaran dan do’a mu, hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu, bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu, tutupilah kekurangannya dengan kemuliaan akhlaqmu dan jadilah engkau bidadari yang menyejukkan setiap padangannya dalam istanamu, karena sesungguhnya dia lah syurga atau neraka kita.

Saudariku...
Rasanya ingin aku berada didekatmu saat hari bahagiah mu tiba..
Ingin rasanya aku merasakan kebahagian apa yang engkau rasakan..akan tetapi banyak hal yang menghalangi untuk ku berada disana, walau jarak ini begitu jauh dan walau tangan ini tak sempat untuk berjabat tapi yakinlah rasa cintaku dan do’a ku akan turut mengiringi kebahagianmu…insyaa Alloh..

Saudariku….
Tak terasa setetes demi setetes air mata kerinduan ini menyertai dalam bait-bait surat cintaku ini, ia bersemayam memenuhi relung jiwaku, jiwa yang rindu akan kehadirannya dan jiwa yang rindu akan hadirnya diriku bersamamu, serta jiwa-jiwa yang ringkih akan kasih sayangnya kepadamu.. 

Saudariku…
Jika menuruti ambisiku, banyak yang harus aku ceritakan kepadamu akan tetapi diri ini seolah tak mampu lagi untuk merangkai memory yang indah untuk mu.,

Saudariku…
Nasehat ini sesungguhnya bukan hanya untuk mu akan tetapi untuk ku juga yang insyaa Alloh jg akan merakan apa yang engkau rasakan sekarang,  saat aku membutuhkan nasehat, ku harap engkau mau untuk memberikan mutiara-mutiara nasehat mu hingga kita sama-sama dapat memperbaiki diri, yakinlah diri ini sangatlah rapuh tanpa adanya seorang sahabat sepertimu dalam hidupku…
Saudariku….
Terakhir.. Do’a ku semoga pernikahan kalian diberkahi oleh Alloh hingga akhirnya engkau dapat mengarungi samudera kehidupan dengan selamat bersama pangeran impianmu.. (^^)

#Spesial untuk engkau sahabat yang berada di “Chili Island” Serial Kado Pernikahan (E.L)..

**Dikutif dari surat cinta bidadari syurga


Sabtu, 27 April 2013

Akankah Kutemukan Sosok Engkau Dalam Jiwa yang lain..Wahai Raja??


Berlanjut dari kisah Raja dan 8 orang selir, hati dan jiwaku terasa bangkit kembali untuk menuliskan kisah-kisah itu, kisah dimana saat kita sama-sama dalam rakusnya akan ilmu, bersama-sama berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan bersama-sama dalam belajar hidup di Kota perantauan kita.
Duhai engkau seorang raja, hati ini sangat tersentuh saat mendengar namamu, saat mengingat akan semua kebaikan mu, dan saat engkau rela mengorbankan dirimu demi kami yang bukan siapa-siapamu. Ada hal yang mengganjal dihati jika tak mengirimkan permintaan maaf kepadamu, maafkan saudarimu ini jika pada masa dahulu banyak merepotkanmu, banyak pula menghabiskan uangmu, dan banyak pula menipu dirimu (pada kisah kurma bertangkai), masih teringat dibenakku saat dikampus ketika aku lupa membawa dompetku, seketika itu pula kuberanikan diri untuk meminta uang kepadamu, hingga pas pulang kampus dengan begitu ikhlasnya engkau menyodorkan buku dan didalamnya engkau menaruh uang untuk ongkos ku pulang, bahkan bukan hanya cukup untuk ongkos engkau lebihkan juga untuk membeli makanan kesukaanku. Teringat pula akan kisah waktu dikantin kampus, dengan senangnya aku mencomot sebanyak mungkin makanan di kantin dan dengan santainya aku bilang ke ibu kantin bahwa yang bayar adalah mas yang berkaca mata yang di pojokkan itu, lalu dengan santainya aku berjalan keluar menuju kelas, seketika itu engkau hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala dengan tingkahlaku ku yang aneh itu dan engkau terjebak juga dengan ide kejahilanku, padahal dikelas kami tertawa dengan selir yang lain karena habis ngerjain dirimu. Wahai raja masih ingat pula saat aku memaksamu untuk memberikan hadiah buku kepada ku (saat hari kelahiranku, waktu itu aku belum mengerti hukum merayakan hari lahir), padahal aku tahu bahwa saat itu kondisi keuangan kita sama-sama menipis (maklum tanggal tua sebab uang saku kami hanya bisa diambil pada bulan muda) tapi dengan ikhlasnya engkau membelikan buku yang aku mau dengan jumlah yang tidak sedikit, bahkan engkaupun rela mengorbankan dirimu demi menyenangkan saudari-saudarimu. Ingat pula ketika tengah malam kami merasakan lapar tapi kami tak bisa  keluar untuk membeli makanan, engkau pun rela berkorban untuk membawakan sekantong kresek makanan ke asrama kami, yang entahlah akupun tak tahu bagaimana engkau mendapatkannya, yang jelas saat itu tak pernah terfikirkan dari mana asal usul makanan itu yang penting malam itu perut kami bisa terisikan makanan.
Persaudaraan karena Alloh
Duhai engkau seorang Raja kini engkau telah hidup dengan bidadari halal mu, seketika itu pula sampailah pada perjanjian persahabatan kita “siapa yang dahuluan menikah maka tak ada komunikasi lagi antara kita” saat itu aku merasakan sakit yang berkepanjangan, bukan karena aku cemburu atas pernikahanmu dan bukan pula aku tertarik dengan mu, tapi karena aku sangat kehilangan sosok kakak dalam hidupku, sosok seorang yang selalu memberikanku semangat untuk menuntut ilmu dan sosok seorang saudara yang ikhlas untuk memberikan bantuan apapun itu. Saat-saat itupula aku bertekad untuk tak akan lagi mau mencari tau tentangmu, aku mulai tak memperdulikan lagi bagaimana keadaanmu, karena aku tak ingin mengganggu kehidupanmu, aku hanya bisa berkomunikasi bersama bidadarimu. Wahai raja bersyukurlah karena engkau memiliki bidadari mu yang sekarang, dia sangatlah shalihah dan dia sangatlah sempurna. Aku hanya bisa berharap semoga kelak kalian tetap bersatu dalam cinta karenaNya dan dipertemukan kembali pada syurga kelak.
Wahai engkau seorang Raja, aku tak tau apa yang harus aku tulis lagi tentangmu…aku tak sanggup untuk meneruskannya lagi, air mataku tak dapat aku bendung lagi, air mata akan indahnya mempunyai saudara sepertimu. Dan begitu banyak lagi memory indah saat-saat menuntut ilmu dahulu yang tak bisa aku panggil kembali, aku sadar bahwa persahabatan kita ini tak wajar akan tetapi semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita pada masa lalu dan dosa-dosa 7 orang selir lainnya.

Wahai Raja..
Aku tahu engkau menganggap aku hanyalah seorang adik kecil yang cengeng, seorang adik yang butuh akan panutan dan seorang adik yang butuh akan ilmu…
Ku ucapakan jazaakallohu khayran atas semua bantuan mu dahulu, aku tak bisa membalas semua jasamu, dan aku hanya berharap semoga Alloh yang akan menggantikan semua, dan semoga Alloh selalu memberikan keberkahan dimana saja dirimu dan keluargamu berada. Aamiin.
Dan do’a kan lah selalu saudarimu agar tidak jatuh kedalam hinanya kubangan dosa, dan dijauhkan dari fitnah-fitnah dunia yang bersifat fatamorgana ini.. Aamiin.

**Malam syahdu di peraduan kita tercinta**
***Dikutif dari catatan hati bidadari syurga serial Raja dan 8 orang selir




Rabu, 24 April 2013

Give me a reason why you put pictures on social media??


Beranjak dari sunyinya hati, dan dinginnya udara malam serta serta suara-suara tetesan hujan yang sangat membuat suasana hati semakin semerbak bak kumbang ditengah luasnya hamparan bunga...  ku bangkitkan tubuh untuk memainkan keypad yang sudah lama tak kusentuh, yang sudah lama gairah untuk menulis pun padam bahkan terkubur seolah ikut tenggelam bagaikan masa lalu yang tak pantas untuk di ingat kembali..
Semangat itu muncul saat aku mengenal dirimu…..
Saat aku melihat aktivitas gerak-gerikmu di dunia yang tak nyata ini…..
Saat itu pula terlintas dalam benakku…untuk mengirimkan surat cinta ini kepada mu…
Surat cinta yang ditulis oleh seorang yang sangat kurang akan ilmunya, bahkan sangat tak pantas untuk memberikan surat ini kepada orang yang aku anggap sangat luas akan ilmu agama, sangat hapal akan hadits-hadits dan sangat menguasai akan aturan-aturan Alloh…
Terlepas dari itu semua…
Izinkanlah diri ini mengetuk pintu hatimu…
Izinkalah diri ini  menyampaikan perasaan yang mengganjal di hati…
Izinkalah diri ini  menaruh sedikit rasa kekwatiran kepadamu...

Saudara seiman ku….
Maafkan bila kata-kata yang  ditulis ini menyakiti hatimu…
Maafkan bila tutur kata ini tak selembut kapas, namun akan mencoba untuk memperhalus sedikit demi sedikit agar kata ini menyejukkan hatimu dan meresap dalam ingatan jiwamu..

Saudara seiman ku…
Sungguh pribadi ini tak mengerti mengapa engkau sangat melonggarkan dirimu…
Dan sungguh tak mengerti mengapa engkau memberikan celah kepada orang yang mempunyai penyakit hati untuk melihat wajahmu…
Tidakkah engkau menyadari bahwa fitnah wajah itu bukan hanya dari perempuan saja? 
Tidak kah engkau sedikit untuk memikirkan keadaan kami?? 
Betapa susahnya kami menundukkan pandangan dari kaum mu...
Tidak kah engkau tau bahwa  kami juga diwajibkan untuk menundukkan pandangan,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah merekamenahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluanmereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasanmereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka!”
(Q.S. An-Nuur: 31)
Saudaraku…
Hati kami sangatlah lembut, bahkan perasaan kami sangatlah mudah untuk tersentuh dan menangis…. Itu semua bukanlah kami orang yang cengeng, bukan pula kami tipe orang  yang minta diperhatikan, itu semua kodrat dari Alloh yang telah menciptakan kami untuk menjadi orang yang lemah..

                “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah” (Q.S An-Nisa:28)

Saudaraku..
Mengapa tak engkau ganti saja foto yang ada di media social itu dengan gambar lainnya, yang dengan itu akan membantu kami agar bisa menundukkan pandangan kami, yang dengan itu akan juga membantu saudara dari sumber fitnah itu...hingga kita sama-sama saling membantu untuk tidak bermaksiat ataupun menjadi sumber maksiat kepada Alloh..

Saudaraku..
Kami butuh akan ilmu mu, tapi kami tak bisa jika harus melihat wajah mu selalu hadir dalam penglihatan kami, bahkan wajahmu selalu saja berputar dalam fikiran kami….

Saudaraku…
Bantulah kami agar kami tak mengingat fotomu….
Bantulah kami agar kami bisa menahan pandangan kami…
Dan Bantulah kami agar kami tidak bermaksiat kepada kekasih kami yang sangat kami cintai, sesungguhnya Dialah yang berhak untuk kami ingat…
Dialah yang berhak untuk kami impikan dan Dia lah yang berhak hadir dalam fikiran kami…

Saudaraku…
Tak ada yang kami harapkan kecuali ilmu yang engkau miliki….
Sesungguhnya kami tak pernah memandang bagus akan rupamu..
Kami tak pernah memandang akan banyaknya hartamu…
Dan bahkan kami tak pernah memandang tingginya kedudukanmu di mata manusia..
Kami hanya memandang ilmu yang engkau miliki, kami butuh akan bimbingan dari ilmu yang telah engkau dapati..

Saudaraku…
Semoga Alloh memberikan pintu hidayah seluas lautan dan pintu sabar setinggi gunung agar kita bisa sama-sama bisa saling menasehati dalam kebaikan...

Saudaraku..
Diri ini bukanlah orang yang suci akan dosa-dosa….
Diri ini sangat lah sering jatuh kedalam maksiat..
Dan diri ini sangatlah mudah untuk terjerumus kedalam kubangan lumpur yang hina..
Akan tetapi semoga Alloh memberikan pintu ampunan yang tiada tandingannya… dan semoga Alloh menjerumuskan kita kedalam orang-orang yang Sholeh..
Aamiin…

Saudaraku..
Maafkanlah kesalahan saudarimu ini..
Do'a kan lah saudarimu ini dalam setiap sujudmu..
Baarokallohufiik...

***
Kesalahan hanya dari pribadi yang lemah akan ilmu ini dan kesempurnaan hanya milik Alloh….
Semoga catatan hati ini bisa bermanfaat untuk kita semua..

# Dikutif dari catatan hati bidadari syurga..
(Diperaduan kita tercinta)


Minggu, 07 April 2013

SELIMUT SENJA DALAM DEKAPAN IBU…




Setelah jauh baru terasa ternyata dia sangatlah berharga dalam hidupku…

Ibu……
Hidup dirantau orang baru lah aku merasakan bahwa kasih sayangmu tiada terbatas……. 
Aku sadar apa yang tlah aku lakukan selama ini tidak akan pernah bisa membalas semua jasamu…
Segudang kebaikan pun yang telah aku berikan tidak akan pernah membayar semua jerih payahmu….
Ibu…… 
Ingin rasanya aku memelukmu saat ini, saat dimana aku tidak bisa lagi merasakan hangatnya berada di dekatmu…. 
Bahkan aku tak bisa melihat muka manismu….
Aku menyesal…. 
Kenapa aku tak pernah memanfaatkan waktu saat-saat berada disampingmu…
Ibu....
Jarak ini begitu jauh tapi yakinlah baktiku akan selalu ku persembahkan sampai kapanpun itu…….
Ibu…
Do’a kanlah selalu anakmu ini…semoga dalam hidupnya selalu diberkahi oleh Allah….
Ibu….aku selalu mencintaimu….

Salam hangat dari anakmu yang berada di kota Seberang…

(Ditulis saat hujan turun dan saat air mata kerinduan pun juga tak mampu lagi di bendung, Yogyakarta 15 Maret 2013 .Midnight.) 
*Catatan hati bidadari Syurga*

Rabu, 13 Juni 2012

Saudari...Jangan Kawatirkan diriku..

Bismillah....

Saudariku yang ku cintai karena Allah....
Alhamdulillah...Jujur aku sangat senang bisa mengetahui kabarmu...
dan aku sangat senang karena engkau telah mempercayai aku untuk mengetahui keadaan mu..

Saudari....
Sungguh aku merindukan dirimu...Aku merindukan saat-saat engkau selalu ada untuk ku
Aku sangat merindukan kota Perantauan kita, Kota yang telah mempertemukan persahabatan kita, Kota yang telah menjadi saksi saat-saat hidayah Allah itu menyapa kita....dan Kota Yang telah mempertemukan kita kepada saudara-saudara se Manhaj yang haq ini inyaAllah...
Saudari ku...
Aku sangat mengerti akan ke kwatiran mu padaku...Engkau begitu sangat hati-hati ketika akan memberikan kabar ke pada ku, aku mengetahui semua itu saudari, Engkau takut jika aku mengetahui tentang berita bahagiah mereka engkau takut kalau aku akan bersedih...
WAhai saudariku..
Akan ku katakan kepadamu..Alhamdulillah Allah selalu menguatkan aku, Allah selalu memberikan begitu banyak nikmat di dunia ini hingga aku tak sanggup untk menghitungnya..MasyaAllah saudari...Nyaliku tak akan pernah ciut hanya mendengar berita seperti itu...Aku percaya saudari Allah maha mengetahui semua keadaan hambanya...Allah tidak akan memberikan ujian melainkan Allah mengetahui keadaan hambanya. Saudari, Apa-apa yang terjadi di dunia ini semuanya telah tertulis di kitab Lauhul Mahfuz..
Saudari akan lebih baik jika kita bersama-sama saling mendo'a kan...

Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita nanti..Aamiin..

#Salam sayang dari ku selalu untuk mu yang selalu ada dalam hidupku....

*Dikutip dari catatan Hati Bidadari sYurga