Selasa, 30 April 2013

Untukmu Yang Sedang Menunggu..


Untukmu saudariku yang dalam masa menunggu…
Untukmu saudariku yang dalam masa mempersiapkan hari bahagiah itu..
Dan untukmu saudariku yang selalu sabar akan taqdir Alloh…
Cinta Karena Alloh
Sebelum kata demi kata dapat terangkai, izinkahlah diri ini merasakan hangatnya saat-saat masih bersama dengan mu, saat dimana kita pertama kali bertemu..dan saat dimana kita merasakan kebersamaan di pulau nan indah itu. Pulau yang membuat takjub siapa saja yang melihatnya, pulau dimana selalu diberkahi oleh Alloh, Insyaa Alloh..
Saudariku…
Kalaulah bukan karena cinta karena Alloh tak akan mungkin jiwa ini selalu tertaut akan namamu dihatiku, tak akan mungkin bibir ini selalu menyebut namamu dan tak akan  mungkin kata-kata cinta  ini bisa terangkai untuk mu..
Saudariku…
Pertama kali mengenalmu aku merasakan suatu getaran yang aku sendiri tak tahu apa arti dari getaran itu, aku merasakan jiwa yang hanif ada pada dirimu, jiwa yang lembut akan tutur kata dan jiwa yang mudah akan menitiskan air mata. Aku  bersyukur bisa mengenal kalian, mengenal akan semua kebaikan kalian dan mengenal akan arti dari cinta dari kalian. 

Saudariku..
Saat engkau membaca tulisan ku ini, saat itupula air mata kerinduanku tercurah untuk mu, saat itupula aku merasakan hangatnya berada didekatmu dan saat itupula semua harapan dan do’a suci tertuju untuk mu..

Saudariku..
Bersabarlah dalam menanti hari bahagia itu…
Bersabarlah untuk tidak menghianati kekasih kita yang sesungguhnya..
Dan bersabarlah pada waktu berbuka itu tiba…

Saudariku..
Hati ini sangat bahagiah ketika mendengar kabar bahwa engkau akan menyempurnakan separuh dari dien kita, saat itu pula aku merasakan ketenangan yang luar biasa, aku merasa tenang jika engkau akan merajut asa dan menggapai ridho Alloh bersama dengannya.. sungguh akupun  merasakan apa yang engkau rasakan selama ini, kata "menunggu" itu memang sangat menyiksa, yah, menyiksa perasaan yang engkau sendiri tak tahu harus melepaskannya kepada siapa, menunggu untuk sesuatu yang tak pasti, dan menunggu akan janji suci itu tiba, akan tetapi semoga dalam menunggu itu engkau selalu menyelipkan do’a  hingga akhirnya Alloh menyatukan cinta kalian dalam ikatan yang halal.

Saudariku..
Janganlah engkau merasa malu dengan apa yang telah engkau lakukan selama ini, dan jangan pula engkau bersedih atas apa yang menimpa dirimu, yakinlah apa yang telah terjadi pada kita semua telah tertulis dalam kitab lauhul mahfuz. Alloh maha tahu apa yang terbaik untuk kita, dia tak akan membiarkan kita hidup dalam kesengsaraan, dia pasti menyiapkan semua ini pasti dengan hikmah yang sangat besar. Saudariku..tak usahlah engkau menghabiskan waktumu untuk memikirkan mereka yang tak pula sejalan dengan apa yang kita inginkan, mereka sebenarnya tak mengetahui apa yang sesungguhnya kita tahu, dan mereka sesungguhnya tak juga faham akan hakikat dari tujuan hidup kita ini, biarkanlah mereka menggunjing kita, biarkanlah mereka menggolok-olok kita, dan biarkanlah mereka mengucilkan kita, karena sesungguhnya mereka tak tahu bahwa mereka telah menghadiahkan pahalanya untuk kita, tugas kita tetaplah berbuat baik kepada mereka, dan berdo’a lah kepada Alloh semoga mereka diberikan hidayah oleh Alloh.

Saudariku…
Setelah seorang perempuan menyandang predikat sebagai seorang istri, maka saat itu pula bakti utama kita berpindah  kepada seorang suami, ta’atilah dia selagi dia tidak menyuruh kita berbuat maksiat kepada Alloh, jangan hianati cintanya, layani dia dengan kehangatanmu, manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu, bantulah ia dengan kesabaran dan do’a mu, hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu, bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu, tutupilah kekurangannya dengan kemuliaan akhlaqmu dan jadilah engkau bidadari yang menyejukkan setiap padangannya dalam istanamu, karena sesungguhnya dia lah syurga atau neraka kita.

Saudariku...
Rasanya ingin aku berada didekatmu saat hari bahagiah mu tiba..
Ingin rasanya aku merasakan kebahagian apa yang engkau rasakan..akan tetapi banyak hal yang menghalangi untuk ku berada disana, walau jarak ini begitu jauh dan walau tangan ini tak sempat untuk berjabat tapi yakinlah rasa cintaku dan do’a ku akan turut mengiringi kebahagianmu…insyaa Alloh..

Saudariku….
Tak terasa setetes demi setetes air mata kerinduan ini menyertai dalam bait-bait surat cintaku ini, ia bersemayam memenuhi relung jiwaku, jiwa yang rindu akan kehadirannya dan jiwa yang rindu akan hadirnya diriku bersamamu, serta jiwa-jiwa yang ringkih akan kasih sayangnya kepadamu.. 

Saudariku…
Jika menuruti ambisiku, banyak yang harus aku ceritakan kepadamu akan tetapi diri ini seolah tak mampu lagi untuk merangkai memory yang indah untuk mu.,

Saudariku…
Nasehat ini sesungguhnya bukan hanya untuk mu akan tetapi untuk ku juga yang insyaa Alloh jg akan merakan apa yang engkau rasakan sekarang,  saat aku membutuhkan nasehat, ku harap engkau mau untuk memberikan mutiara-mutiara nasehat mu hingga kita sama-sama dapat memperbaiki diri, yakinlah diri ini sangatlah rapuh tanpa adanya seorang sahabat sepertimu dalam hidupku…
Saudariku….
Terakhir.. Do’a ku semoga pernikahan kalian diberkahi oleh Alloh hingga akhirnya engkau dapat mengarungi samudera kehidupan dengan selamat bersama pangeran impianmu.. (^^)

#Spesial untuk engkau sahabat yang berada di “Chili Island” Serial Kado Pernikahan (E.L)..

**Dikutif dari surat cinta bidadari syurga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar