Berlanjut dari kisah Raja dan 8 orang selir, hati dan jiwaku
terasa bangkit kembali untuk menuliskan kisah-kisah itu, kisah dimana saat kita
sama-sama dalam rakusnya akan ilmu, bersama-sama berlomba-lomba dalam hal
kebaikan dan bersama-sama dalam belajar hidup di Kota perantauan kita.
Duhai engkau seorang raja, hati ini sangat tersentuh saat
mendengar namamu, saat mengingat akan semua kebaikan mu, dan saat engkau rela
mengorbankan dirimu demi kami yang bukan siapa-siapamu. Ada hal yang mengganjal
dihati jika tak mengirimkan permintaan maaf kepadamu, maafkan saudarimu ini
jika pada masa dahulu banyak merepotkanmu, banyak pula menghabiskan uangmu, dan
banyak pula menipu dirimu (pada kisah kurma bertangkai), masih teringat
dibenakku saat dikampus ketika aku lupa membawa dompetku, seketika itu pula
kuberanikan diri untuk meminta uang kepadamu, hingga pas pulang kampus dengan
begitu ikhlasnya engkau menyodorkan buku dan didalamnya engkau menaruh uang
untuk ongkos ku pulang, bahkan bukan hanya cukup untuk ongkos engkau lebihkan
juga untuk membeli makanan kesukaanku. Teringat pula akan kisah waktu dikantin
kampus, dengan senangnya aku mencomot sebanyak mungkin makanan di kantin dan
dengan santainya aku bilang ke ibu kantin bahwa yang bayar adalah mas yang
berkaca mata yang di pojokkan itu, lalu dengan santainya aku berjalan keluar
menuju kelas, seketika itu engkau hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala
dengan tingkahlaku ku yang aneh itu dan engkau terjebak juga dengan ide
kejahilanku, padahal dikelas kami tertawa dengan selir yang lain karena habis
ngerjain dirimu. Wahai raja masih ingat pula saat aku memaksamu untuk
memberikan hadiah buku kepada ku (saat hari kelahiranku, waktu itu aku belum mengerti hukum merayakan hari lahir), padahal aku tahu
bahwa saat itu kondisi keuangan kita sama-sama menipis (maklum tanggal tua
sebab uang saku kami hanya bisa diambil pada bulan muda) tapi dengan ikhlasnya
engkau membelikan buku yang aku mau dengan jumlah yang tidak sedikit, bahkan
engkaupun rela mengorbankan dirimu demi menyenangkan saudari-saudarimu. Ingat
pula ketika tengah malam kami merasakan lapar tapi kami tak bisa keluar untuk membeli makanan, engkau pun rela
berkorban untuk membawakan sekantong kresek makanan ke asrama kami, yang
entahlah akupun tak tahu bagaimana engkau mendapatkannya, yang jelas saat itu
tak pernah terfikirkan dari mana asal usul makanan itu yang penting malam itu
perut kami bisa terisikan makanan.
![]() |
| Persaudaraan karena Alloh |
Duhai engkau seorang Raja kini engkau telah hidup dengan
bidadari halal mu, seketika itu pula sampailah pada perjanjian persahabatan
kita “siapa yang dahuluan menikah maka tak ada komunikasi lagi antara kita”
saat itu aku merasakan sakit yang berkepanjangan, bukan karena aku cemburu atas
pernikahanmu dan bukan pula aku tertarik dengan mu, tapi karena aku sangat kehilangan
sosok kakak dalam hidupku, sosok seorang yang selalu memberikanku semangat
untuk menuntut ilmu dan sosok seorang saudara yang ikhlas untuk memberikan
bantuan apapun itu. Saat-saat itupula aku bertekad untuk tak akan lagi mau
mencari tau tentangmu, aku mulai tak memperdulikan lagi bagaimana keadaanmu,
karena aku tak ingin mengganggu kehidupanmu, aku hanya bisa berkomunikasi bersama
bidadarimu. Wahai raja bersyukurlah karena engkau memiliki bidadari mu yang
sekarang, dia sangatlah shalihah dan dia sangatlah sempurna. Aku hanya bisa
berharap semoga kelak kalian tetap bersatu dalam cinta karenaNya dan
dipertemukan kembali pada syurga kelak.
Wahai engkau seorang Raja, aku tak tau apa yang harus aku tulis
lagi tentangmu…aku tak sanggup untuk meneruskannya lagi, air mataku tak dapat
aku bendung lagi, air mata akan indahnya mempunyai saudara sepertimu. Dan begitu
banyak lagi memory indah saat-saat menuntut ilmu dahulu yang tak bisa aku
panggil kembali, aku sadar bahwa persahabatan kita ini tak wajar akan tetapi
semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita pada masa lalu dan dosa-dosa 7 orang selir lainnya.
Wahai Raja..
Aku tahu engkau menganggap aku hanyalah seorang adik kecil
yang cengeng, seorang adik yang butuh akan panutan dan seorang adik yang butuh
akan ilmu…
Ku ucapakan jazaakallohu khayran atas semua bantuan mu
dahulu, aku tak bisa membalas semua jasamu, dan aku hanya berharap semoga Alloh
yang akan menggantikan semua, dan semoga Alloh selalu memberikan keberkahan
dimana saja dirimu dan keluargamu berada. Aamiin.
Dan do’a kan lah selalu saudarimu agar tidak jatuh kedalam
hinanya kubangan dosa, dan dijauhkan dari fitnah-fitnah dunia yang bersifat
fatamorgana ini.. Aamiin.
**Malam syahdu di peraduan kita tercinta**
***Dikutif dari catatan hati bidadari syurga serial Raja dan
8 orang selir
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar