Sabtu, 27 April 2013

Akankah Kutemukan Sosok Engkau Dalam Jiwa yang lain..Wahai Raja??


Berlanjut dari kisah Raja dan 8 orang selir, hati dan jiwaku terasa bangkit kembali untuk menuliskan kisah-kisah itu, kisah dimana saat kita sama-sama dalam rakusnya akan ilmu, bersama-sama berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan bersama-sama dalam belajar hidup di Kota perantauan kita.
Duhai engkau seorang raja, hati ini sangat tersentuh saat mendengar namamu, saat mengingat akan semua kebaikan mu, dan saat engkau rela mengorbankan dirimu demi kami yang bukan siapa-siapamu. Ada hal yang mengganjal dihati jika tak mengirimkan permintaan maaf kepadamu, maafkan saudarimu ini jika pada masa dahulu banyak merepotkanmu, banyak pula menghabiskan uangmu, dan banyak pula menipu dirimu (pada kisah kurma bertangkai), masih teringat dibenakku saat dikampus ketika aku lupa membawa dompetku, seketika itu pula kuberanikan diri untuk meminta uang kepadamu, hingga pas pulang kampus dengan begitu ikhlasnya engkau menyodorkan buku dan didalamnya engkau menaruh uang untuk ongkos ku pulang, bahkan bukan hanya cukup untuk ongkos engkau lebihkan juga untuk membeli makanan kesukaanku. Teringat pula akan kisah waktu dikantin kampus, dengan senangnya aku mencomot sebanyak mungkin makanan di kantin dan dengan santainya aku bilang ke ibu kantin bahwa yang bayar adalah mas yang berkaca mata yang di pojokkan itu, lalu dengan santainya aku berjalan keluar menuju kelas, seketika itu engkau hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala dengan tingkahlaku ku yang aneh itu dan engkau terjebak juga dengan ide kejahilanku, padahal dikelas kami tertawa dengan selir yang lain karena habis ngerjain dirimu. Wahai raja masih ingat pula saat aku memaksamu untuk memberikan hadiah buku kepada ku (saat hari kelahiranku, waktu itu aku belum mengerti hukum merayakan hari lahir), padahal aku tahu bahwa saat itu kondisi keuangan kita sama-sama menipis (maklum tanggal tua sebab uang saku kami hanya bisa diambil pada bulan muda) tapi dengan ikhlasnya engkau membelikan buku yang aku mau dengan jumlah yang tidak sedikit, bahkan engkaupun rela mengorbankan dirimu demi menyenangkan saudari-saudarimu. Ingat pula ketika tengah malam kami merasakan lapar tapi kami tak bisa  keluar untuk membeli makanan, engkau pun rela berkorban untuk membawakan sekantong kresek makanan ke asrama kami, yang entahlah akupun tak tahu bagaimana engkau mendapatkannya, yang jelas saat itu tak pernah terfikirkan dari mana asal usul makanan itu yang penting malam itu perut kami bisa terisikan makanan.
Persaudaraan karena Alloh
Duhai engkau seorang Raja kini engkau telah hidup dengan bidadari halal mu, seketika itu pula sampailah pada perjanjian persahabatan kita “siapa yang dahuluan menikah maka tak ada komunikasi lagi antara kita” saat itu aku merasakan sakit yang berkepanjangan, bukan karena aku cemburu atas pernikahanmu dan bukan pula aku tertarik dengan mu, tapi karena aku sangat kehilangan sosok kakak dalam hidupku, sosok seorang yang selalu memberikanku semangat untuk menuntut ilmu dan sosok seorang saudara yang ikhlas untuk memberikan bantuan apapun itu. Saat-saat itupula aku bertekad untuk tak akan lagi mau mencari tau tentangmu, aku mulai tak memperdulikan lagi bagaimana keadaanmu, karena aku tak ingin mengganggu kehidupanmu, aku hanya bisa berkomunikasi bersama bidadarimu. Wahai raja bersyukurlah karena engkau memiliki bidadari mu yang sekarang, dia sangatlah shalihah dan dia sangatlah sempurna. Aku hanya bisa berharap semoga kelak kalian tetap bersatu dalam cinta karenaNya dan dipertemukan kembali pada syurga kelak.
Wahai engkau seorang Raja, aku tak tau apa yang harus aku tulis lagi tentangmu…aku tak sanggup untuk meneruskannya lagi, air mataku tak dapat aku bendung lagi, air mata akan indahnya mempunyai saudara sepertimu. Dan begitu banyak lagi memory indah saat-saat menuntut ilmu dahulu yang tak bisa aku panggil kembali, aku sadar bahwa persahabatan kita ini tak wajar akan tetapi semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita pada masa lalu dan dosa-dosa 7 orang selir lainnya.

Wahai Raja..
Aku tahu engkau menganggap aku hanyalah seorang adik kecil yang cengeng, seorang adik yang butuh akan panutan dan seorang adik yang butuh akan ilmu…
Ku ucapakan jazaakallohu khayran atas semua bantuan mu dahulu, aku tak bisa membalas semua jasamu, dan aku hanya berharap semoga Alloh yang akan menggantikan semua, dan semoga Alloh selalu memberikan keberkahan dimana saja dirimu dan keluargamu berada. Aamiin.
Dan do’a kan lah selalu saudarimu agar tidak jatuh kedalam hinanya kubangan dosa, dan dijauhkan dari fitnah-fitnah dunia yang bersifat fatamorgana ini.. Aamiin.

**Malam syahdu di peraduan kita tercinta**
***Dikutif dari catatan hati bidadari syurga serial Raja dan 8 orang selir




Tidak ada komentar:

Posting Komentar