Minggu, 08 Januari 2012

"BILA HATI RINDU MENIKAH"


Bismillahirrohmaanirrohiim...
Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh..

Beranjak dari tempat pembaringan, Ketika rindu berkumandang terpanggil oleh hati menggerakkan ujung pena, menorehkan tinta untuk mengutus rangkuman isi hati saat ini dalam lemah menemani. Penat dalam jiwa begitu memuncak, begitu pula cinta dan rindu selalu bermain dalam jiwa. Rindu akan  cinta yang entah kapan akan ALLOH ijinkan untuk mengungkapakannya sebab rindu begitu menyengat dalam jiwa. Mengapa begitu kuat rasa ini mengutus untuk mengatakan bahwa “Aku ingin Menikah. Menikah “ sepenggal kalimat yang membuat siapapun tak berdaya. Hanya dengan diam sya’ir-sya’ir rindu yang sedang bertasbih menjadi penenang jiwa saat ini, karena lemah masih jua menemani. Bukan  untuk saat ini keinginan memuncak, akan tetapi setiap saat ia terus datang menghampiri dan membisikkan dalam relung hati, hingga langkah seakan tertatih-tatih. Menikah bukan hanya suatu keinginan, akan tetapi Menikah adalah sunnah Rosul.

Dari Abu Ayyub ia menuturkan bahwa Rosululloh shollallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda : “ Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rosul : Rasa malu, memakai wewangian, bersiwak, dan MENIKAH “1
Hadist-hadist lain pula menggambarkan bahwa dengan menikah berarti dia menyempurnakan sebagian dari Diennya.
 Dari Anas bin Malik Bahwasanya, Rosululloh Shollallahu ‘alayhi Wa sallam bersabda : “ Jika Seorang Hamba Menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, oleh karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada ALLOH untuk separuh yang tersisa.” 2

Yaa Alloh...Jiwa seakan terasa Rapuh, Bukan karena umur akan mulai merangkak, bukan pula karena para bidadari di sekeliling akan menuai sebuah janji cinta mereka, akan tetapi pendorong terbesar adalah agar dapat menundukkan pandangan. Sebagaimana telah di jelaskan dalam hadist barikut.


Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya  Rosululloh Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “ Wahai para Pemuda, Barang siapa diantara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa dapat menekan syahwatnya (sebagai Tameng)” 3

Beranjak dari Hadits diatas, para wanita pula mendambakan pemandu cinta (Pemimpin) dalam gubuk mereka, yang didalam Al-qur’an telah di terangkan, Alloh berfirman : “ Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian mereka (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya sebab itu maka wanita yang sholeh, ialah yang taat kepada ALLOH dan lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada, karena ALLOH  menjaga mereka.”4 Semoga Alloh memudahkan urusan kita semua dalam menuju bahtera pernikahan.

Masih dengan jantung berdegup kencang, dan tak tahu kapan akan dapat stabil walau hanya untuk sejenak, serta kapan pula fikiran akan dapat teralihkan  dari  kata Menikah ? entahlah, mungkin karena sering bermimpi, dan berangan mengatakan “ Suamiku yang sholeh aku merindukanmu” . Namun saat ini kalimat terbaik adalah dengan mengatakan “yaa Alloh aku tak ingin jatuh cinta saat ini”. Tapi bagaimana dengan hati saat ini? Bagaimana pula cinta yang begitu harum mewangi beterbangan di sekeliling? Begitu rumit terasa saat ini.
Berbicara tentang  cinta akan saling mengaitkan, taktkala seperti  ikan yang telah memakan pancingan dan terjerat oleh pancingan hingga terperangkap. Begitu pula cinta, yang setiap para bidadari-bidadari di sekeliling ketika bersua, maka ujung tombak pembicaraannya  adalah “MENIKAH”, takkan kita temukan muaranya ketika seseorang masih berstatus “ Ikhwan /Akhwat ” siapapun dia, setinggi apapun ‘ilmunya percikan cinta yang membara membuatnya akan terus melaju dan membumbung tinggi dengan kepakan-kepakan sayap cinta. Hingga menjadikan dia tetap berada pada garis kemiskinan. Karena dapat kita amati disekitar kita, betapa banyak oarang yang setelah menikah dia menjadi kaya, kaya akan hati adalah kebahagian yang tak ternilai, begitu pula dengan materi, setelah menikah semakin sukses, Walupun tidak semua orang sukses, karena semuanya adalah takdir ALLOH.                    
“ Semuanya sudah di takdirkan oleh ALLOH, apa saja yang telah DIA takdirkan, pasti terjadi”.5
Teringat dengan Dauroh beberapa bulan yang lalu  dengan Tema “ Kiat menuju Keluarga Sakinah“ ada sepenggal kalimat yang sampai saat ini masih terekam dalam benak dan hati, yang ketika itu Ustadz mengatakan “ Menikahlah Maka engkau akan kaya” MasyaALLOH, hanya dengan sepenggal kalimat ini wajah para akhwat berbinar-binar, senyum tanpa kata hingga kajian usaipun masih membahas kembali tentang seputar pernikahan. Cinta...cinta.. kau memang pandai membuat orang tak berdaya, membuat manusia takluk dalam hitungan detik. Baik mendorong menuju mahligai cinta yang halal atau yang haram. Namun dapat kita tengok di sekeliling kita, ketika melangkah pada mahligai yang halal, Begitu terjal jalan menujunya. Akan tetapi ketika menuju Mahligai yang harom maka begitu mulus dan licinnya untuk di tempuh. Yah, Begitulah undang-undang ALLOH yang dimana manusia bebas memilih, Ingin terjun kedalam lembah siksaan yang pedih selamanya, atau berkelimang kebahagian selamanya.

Para dokter dan ilmuwan serta kalangan yang lainnya telah sepakat bahwa kesembuhan sakit cinta adalah menyatunya dua Ruh dan badan yang saling berdekatan. Seperti di sebutkan perkataan thawus dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu dari Rosululloh Shollallahu ‘alyhi wa Sallam bersabda : “ Tidak akan bisa di lihat (lebih indah oleh) orang-orang yang saling mencintai seperti halnya Pernikahan “6. Jikapun akan memilih antara ikatan yang halal dan harom, banyak para wanita di luar sana memilih ikatan yang di haromkan daripada yang halal, Begitu jahilnya sehingga harus menempuh jalan seperti itu.

Wanita tidak akan tenang sampai ia menikah, baik yang belum Mengaji  ataupun yang sudah Mengaji. Ada sebuah syair yang pernah dibaca dan simpan di dalam perangkat komputer :
laki-laki tidak akan dewasa sampai ibunya meninggal… 
wanita tidak akan tenang sampai ia menikah… 
setelah dipikir-pikir syair ini ada benarnya. Oleh karena itu tidak layak bagi wanita untuk menunda-nunda pernikahan. Tapi apalah daya Birrul walidain menjadi prioritas untuk saat ini, dengan menyelesaikan study secepatnya. Karena melihat senyum Ayah dan Bunda adalah kebahagian terbesar. Biarlah saat ini cinta ALLOH penyuluh hidup, Sembari menunggu ijin dari para Wali (nikah), Maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Allohu ‘alam..

Rujukan :
1.( HR.At-Tirmidzi (no. 1086) Dalam kitab an-Nikaah, dan Hadist ini Hasan Shohih )
2. ( Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Ash-shahiihah (no. 625)
3. HR. Al-Bukhari (no. 5066) Dalam kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan At-Tirmidzi (no. 1087) dalam kitab an-Nikaah.
4. (QS : An-Nisa’ : 34 )
5. (HR. Muslim (IV/2052)
6. Thawus Ibnu Abbas dalam kitab TAMAN ORANG-ORANG JATUH CINTA DAN MEMENDAM RINDU (Ibnu Qoyyim), Bab 18 Obat Orang-orang yang di mabuk cinta, hubungan yang di perbolehkan ALLOH. Hal. 178


Semoga bermanfaat...
Wassalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatuh..
Dikamar nan sunyi bertemankan Rindu yang bertasbih.
31 Desember 2011
(Oleh : Pemendam Rindu )

(Tulisan ini di persembahkan oleh saudari yang berada di pulau Lombok, dan di izinkan untuk menambah ke blog "Ummu_Haura", Penulis Menuturkan semoga tulisan ini bisa bermanfaat)

2 komentar: