Bismillah...
Ibu anak mana yang tidak menangis saat mendengar tutur katamu yang begitu tulus engkau ucapkan...
Rintihan tangis dan rasa kecewamu terlihat jelas di wajah nan cantikmu..
Duhai engkau seorang ibu..yang selalu aku banggakan...
dan selalu aku hormati setiap nasehat yang engkau keluarkan untuk ku...
Sungguh.....Berdosalah aku jika air matamu keluar karena perbuatan ku...
Sungguh...anak durhakalah aku jika membuat engkau tersiksa dan menderita...
Rasanya jika Allah mengizinkan untuk sujud kepada manusia, maka kepada mu lah aku persembahkan untuk bersujud di kaki mu...tapi Allah melarang untuk kita bersujud kepada manusia ibu...
Ibu......
Semenjak kepulanganku dari Kota Perantauan itu...aku sangat sadar bahwa ada rasa kecewa terlihat jelas di wajah ayu mu itu....
Tapi...semua rasa kecewa mu itu aku sembunyikan dari benak ku..aku jadikan rasa kecewamu itu sebagai semangat untuk ku...
Ibu....sungguh aku sangat mencintaimu
Sungguh...aku akan selalu berbakti kepada mu...
Sungguh...semua nasehatmu akan selalu aku simpan didalam lubuk hati ku...
dan sungguh semua cinta mu tak kan pernah tergantikan sampai kapanpun itu...
Duhai ibu.....
Apakah aku sama dengan anak-anak yang lain saat tidak mengikuti satu perintahmu???
Apakah aku anak durhaka saat keinginanmu tidak aku turuti???
Ibu....
Sungguh aku mengetahui bahwa...kita tidak diperbolehkan untuk ber kata "AH"........dua hurup itu saja aku sudah tidak sanggup, apalagi untuk hurup-hurup berikutnya...
aku tahu semua itu ibu.....
aku tahu bahwa syurga itu dibawah telapak kaki mu...
Aku tak kan pernah sanggup untuk membantah semua perkataan mu.....
Tapi....apakah aku harus patuh jika engkau menyuruhku untuk bermaksiat kepada ALLAH??????
Yah...walaupun perbuatan itu sepertinya biasa dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita, tapi sungguh aku tak bisa ibu...
Mengapa engkau malu melihat penampilanku seperti sekarang??
Mengapa engkau selalu menyuruhku untuk mengganti penampilanku seperti anak-anak yang Modis??
Mengapa engkau ingin aku seperti mereka???
Semua pertanyaan itu selalu tergambar dalam benak ku....
Dalam diam ku, aku mencoba untuk menjawab semua pertanyaan itu...
Aku menenangkan diriku kembali...bahwa engkau belum mengerti tentang ini...engkau belum mengetahui masalah hijab...dan bahwa kurangnya pengetahuan mu hingga membuat engkau berfikir begitu...
Aku memahami semua itu.. ibu.......
Dalam malam ku..aku hanya bisa berdo'a..agar suatu saat kita dikumpulkan dalam satu majelis ilmu...
Betapa indahnya hari itu ibu.....
ketika kita bersama-sama merasakan indahnya Menuntut Ilmu.....
Ibu.....
Maafkan lah anakmu ini....
Maafkan lah semua kelakuan yang tidak sama sekali berkenan di dalam benakmu..
Maafkan lah anak mu ini yang tidak pernah menuruti keinginanmu untuk mengganti hijab seperti yang engkau mau......
Maafkan lah....jika penampilanku membuatmu malu....
Maafkan lah....jika mungkin dengan keadaanku yang sekarang membuat engkau di bicarakan oleh mereka....
Sungguh aku tak bermaksud seperti itu ibu.....
Biarkanlah orang membicarakan kita....
Biarkanlah orang menganggap kita kampungan...
Biarkanlah orang menganggap kita tak bergaul....
Biarkanlah ibu......
tak usahlah engkau hiraukan semua itu......
karena yang paling penting saat ini adalah bagaimana Ibadah kita kepada Sang pencipta....
Ibu......semua isi hatiku ini ku persembahkan untuk mu.....
Untuk mu yang tak pernah layu di mataku...
Untuk mu yang selalu menjadi penyejuk dalam setiap pandanganku...
Aku mencintaimu melebihi apa yang engkau ketahui......
Aku hanya berharap...semoga kelak hidayah ALLAH itu sampai di dalam jiwa suci mu itu..
dan Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa kita....
Hingga nanti kita dipertemukan dalam Syurga tertinggiNya kelak..
Aamiin....
Dari: Anakmu yang selalu menyayangimu....
*dikutip dari catatan seorang ukhty di Bumi ALLAH*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar